31 Desember 2008, pkl 20.00 WITASelebran : Rm. Simon Edy KTS, PrMisa akhir tahun ini diadakan dalam suasana yang khidmat. Tanpa selebrasi yang berlebihan. Umat yang datang cukup banyak, walau tak sebanyak misa malam natal.
Dalam homilinya, Rm. Simon mengutip artikel atau mutiara cinta dari ibu Teresa. Antara lain demikian:
Allah adalah Sahabat Keheningan.
Allah berbicara lewat keheningan hati.
Dan kemudian kita mulai berbicara kepada Allah
dari kepenuhan hati kita.
la mendengarkannya…..
Kita perlu menemukan Allah. Dia tidak dapat ditemukan di dalam keributan dan kegaduhan. Lihatlah betapa alam, pepohonan, bunga-bunga, rerumputan tumbuh dalam keheningan yang sempurna - lihatlah bintang-bintang, bulan dan matahari, betapa mereka bergerak dalam keheningan. Semakin sering kita menerima dalam keheningan doa, semakin kita dapat memberi dalam kehidupan aktif kita."Penyakit utama yang membunuh manusia bukan TBC atau lepra, tetapi keengannan manusia untuk menolong sesama yang membutuhkan".
Aborsi : merupakan suatu tindakan paling kejam. Aborsi merupakan suatu pembunuhan. Suatu yang tidak dapat dibenarkan apabila kita menetukan hidup anak ( bayi ) sesuai dengan kehendak kita.Akhirnya, kita diajak Romo, untuk introspeksi diri. Jangan terlalu bersukaria dalam merayakan Tahun yang baru ini, tetapi kita juga harus tetap bersyukur atas apa yang Tuhan bri selama tahun 2008 ini.
Pada malam harinya, Romo mengajak umat untuk datang pada renungan akhir tahun, yang dimulai pkl. 23.00 WITA.